Postingan

balasan untuk segala suka yang t'lah terlewati

 Setiap kali melihat wajahnya, aku langsung memalingkan muka.  Setiap kali melihat hal yang berkaitan tentangnya, aku menghindar.  Tak benci, sama sekali. Tak dendam, sama sekali.  Mungkin hanya trauma, trauma yang tak pernah disangka akan datang ke hidupku.  Setidaknya setiap trauma selalu mendatangkan pelajaran dan hikmah. Pelajaran hidup berharga yang mungkin tak akan pernah aku pahami jikalau aku tak mengalami trauma tersebut.  Lagi lagi dan lagi aku menghindari semua hal yang menyakiti. Bukan menghindar yang menjadi bagian paling susah, tapi yang paling susah adalah saat orang yang ingin dihindari justru berada di lingkungan yang sama denganku.  Untungnya hanya hitungan bulan aku akan pergi dari lingkungan ini. Meninggalkan jauh jauh segala trauma akan pertemanan ini.  Tidak apa, sebentar lagi, aku akan bertahan sedikit lagi.  Memang terkadang manusia yang singgah di hidup kita tak selalu meninggalkan suka duka, bisa saja mereka mengakhi...

pencapaian pertama di 2026

 Aku telah membuat begitu banyak keinginan, sederhana, tak muluk-muluk, tapi banyak. Layaknya tahun tahun sebelum, aku memikirkan keinginan yang ingin aku capai di 2026 ini. Ternyata pencapaian pertama aku dapatkan di bulan ke empat dan syukurnya masih konsisten hingga postingan ini ditulis.  Salah satu keinginanku adalah keluar dari dunia kpop. Ah begitu banyak debat pros and kons di kepala. Jujur saja, menurutku menjadi seorang penikmat kpop itu pilihan, juga menjadi penikmat yang bijak pun termasuk pilihan. Dalam konteks ini, aku ingin berubah menjadi penikmat yang bijak.  Singkatnya, aku tak ingin berlarut-larut dalam angan dan menikmati mimpi indah bersama mereka. Maksudnya, aku ingin 100% menjadikan kpop sebagai hiburan. Susah dimengerti, mungkin.  Hm, bisa dibilang sebelum ini, bertahun-tahun hidupku setiap hari mengonsumsi apapun yang berkaitan dengan kpop. Nah, di sini letak evaluasinya. Aku ingin hidupku berjalan di atas jalan yang aku buat sendiri, bukan d...

Aku harap ini April Mop

  Pernahkah terbayangkan akan seperti apa kita menjalani kehidupan satu bulan ke depan? Rencana-rencana besar, liburan terencana, lomba terencana, semua hal yang nampak mungkin dan akan kita lakukan bisa kita atur. Tapi sayang, baik buruknya kehidupan yang kita jalani di masa yang akan datang tak pernah benar-benar bisa diketahui sejak awal. Aku harap semua hal yang terjadi di hidupku di bulan April 2026 ini adalah April Mop. Hanya prank. Hanya senda gurau yang tak benar serius. Aku harap dan itu hanyalah harapan. Nyatanya sekarang tepat 3 jam sebelum memasuki bulan Mei dan aku masih belum ikhlas dengan apa yang terjadi di bulan April. Bukan tak ingin melepas, tapi aku ingin menghilang. Aku ingin menghapus semua buruknya hari-hari yang kulalui, buruknya perilaku dan tabiat, buruknya kebiasaanku, buruknya hasil karyaku, buruknya berita yang dibawa kepadaku. Aku ingin menghapus segala yang buruk di bulan April ini. Tak pernah aku bayangkan di akhri April ini aku akan mengetahui bahwa...

461 Days of Bento

Gambar
  Film 2020 yang baru aku tonton lima tahun kemudian. (27/12/25)      Dari bagian awal, aku berpikir, inilah kehidupan yang sempurna. Orang tua yang begitu antusias menemani pertumbuhan anaknya. Anaknya pun tumbuh besar bersama pohon yang ditanam kala sang anak masih kecil. Anak bernama Kouki itu diperankan oleh Michieda Shunsuke, tentu saja itu menarik. Tapi ternyata, tepat saat Kouki peralihan dari SMP ke SMA, orang tuanya memutuskan untuk bercerai. Aku sendiri tahu, pasti Kouki dihadapkan dengan pilihan yang membingungkan sekali saat diminta memilih untuk tinggal bersama ibunya atau dengan ayahnya. Kalau saja poster film itu tidak menunjukkan seorang Ayah dan Anak, mungkin aku akan mengira Kouki akan memilih ibunya. Aku sempat berburuk sangka pada ayahnya yang nampak seperti tidak peduli dengan keluarga setelah Kouki bertumbuh besar, sering pulang malam, hubungan dengan istrinya sendiri pun begitu dingin. Tapi lagi-lagi aku salah, Ayahnya - Kazuki- bukanlah tipe o...

Born to be

 Kalau hari kemarin masih ada, mungkin masih bisa meminta masa lalu untuk belajar mengendalikan emosi. Sekalipun tidak pernah diajari cara untuk mengendalikannya, tetap harus mengendalikan, meski harus belajar dan mencoba dengan keras.  Selayaknya manusia lain, ini kehidupan pertama, sehingga siapaun bisa saja terlahir dengan kondisi tidak diajarkan untuk mengendalikan emosi dan menyalurkan emosi dengan cara yang tidak menyakiti diri sendiri.  Terkadang, di kehidupan yang hanya sekali ini, banyak hal yang kita lakukan dengan cara yang salah. Wajar saja bila itu pertama kalinya, belum membentuk sebuah pola. Tapi sayangnya tidak semua manusia mau unutk belajar dari kesalah pada percobaan pertama. Sebagian dari mereka menganggap benar dan sah sah saja apa yang mereka lakukan sedari awal. Mungkin beban perubahan saat ini memang dipegang oleh siapa yang sadar, siapa yang ingin berubah, siapa yang mau mencoba, siapa yang tidak ingin lukanya juga dirasakan oleh yang lain, dan si...

my fangirl side

  Hari ini pukul 00.20 aku menulis blog ini, tepat di hari Rabu terakhir di bulan September. Aku akan menulis sebagai seorang peminat kpop, yang sudah menjadi bagian dari diriku sejak 3 tahun yang lalu. Bulan ini adalah bulan di mana aku menjalaninya tanpa membawa "segenap rasa" yang ku tulis di postingan pertamaku di blog ini. Telah ku tinggal semua itu di bulan Agustus, aku berjanji untuk tidak akan pernah kembali jatuh ke lubang yang sama.  Dan yap, sepertinya "segenap rasa" itu memang harus ada penggantinya. Ah sangat tepat sekali jikalau penggantinya itu bukan orang yang nyata hadirnya dalam kehidupanku. Benar, aku kembali ke dunia yang sejak awal banyak memberi dampak positif di kehidupanku.  Oke, mungkin di awalan ini aku tidak akan membahas apa yang aku tulis di judul. Untuk itu, maka nikmatilah perjalanan fangirl-ku ini beserta apa apa saja yang ku sebut sebagai dampak positifnya. ---- Aku terlahir dari keluarga yang bisa dibilang sebagai penikmat musik. Se...

DRAWING CLOSER (16/08/25)

Tulisan ini tentang aku yang baru saja menyelesaikan sebuah film yang sangat membekas di hatiku, juga mimpi mimpi ku setelah menonton film ini. Aku baru saja menyelasaikan sebuah film jepang, judulnya Drawing Closer. Film ini benar benar membuktikan adanya cinta sejati itu adalah benar. Dalam hidup ini selalu ada pertemuan yang disengaja, sudah ditakdirkan. Ada yang ditakdirkan untuk sampai waktu waktu tertentu, ada yang ditakdirkan dalam waktu yang lama, ada yang hanya selewat saja. Tapi satu hal yang sangat melekat dalam hatiku setelah menonton film ini, "Aku yakin kita lahir hanya untuk bisa bertemu." Itu benar. Aku sudah lama tahu, tapi tak sebegitu yakin. Sampai akhirnya aku diyakinkan oleh dua manusia yang ditakdirkan bersama untuk 6 bulan, membuktikan cinta sejati, tanpa kata, hanya gerbera. Dari film ini aku tahu arti jumlah bungan gerbera.  Lima berarti harapan, Enam berarti aku tergila-gila padamu, dan tiga berarti aku cinta padamu. Aku selalu kagum pada orang orang...

Gweh suka senja

 Senja menggantung di langit pesisir pantai barat, menyaksikan ribuan janji terucap dari makhluk makhluk penuh tanda tanya. Senja kala itu masih kalah dengan sempurnanya ukiran tuhan pada seonggok tanah diberi nyawa.  Mereka yang berpisah senja itu berharap akan kembali dipertemukan di senja berikutnya, sama seperti mereka dan senja yang seakan terikat janji untuk selalu bertemu sebelum malam berkuasa.  Namun mereka lupa, hidup ini abu abu, tidak ada yang tahu. Bahkan hidup mereka sendiri bukanlah milik mereka. Sejatinya mereka hanya berjalan di atas hidup yang sudah tuhan tentukan padanya.  Lalu apa yang bisa mereka lakukan? Semua janji hanyalah kepalsuan berbalut kalimat manis.  Langit senja itu bertambah penuh oleh janji janji semu.  Selasa 29 Juli 2025. 07:30

PEOPLE CHANGE AND GROW (30/05/25)

 Malam ini, kala aku menulis ini, aku benar benar menyadari satu hal yang selama ini masih enggan ku terima. Setahun hampir berlalu sejak hari dimana kita terakhir bertemu. Tanpa kata, suara, kita berpisah. Isi kepala begitu berisik meminta mulut mengeluarkan kalimat ajakan untuk berfoto bersama. Namun, lidah ku terlalu kelu melihat ekspresi dingin dan gelagat acuh tak acuh kau. Ah lupakan, jangan bahas hari itu. Aku akan bahas tentang malam ini. Tanpa sengaja lewat di beranda Instagram  postingan kau yang mengikuti sebuah lomba, entah lomba apa itu aku tak paham. Nampaknya itu hal yang luar biasa, apalagi saat ku lihat kau tag 2 teman dari SMA yang sama dengan kau dan salah satunya adalah perempuan. Setelah ku telusuri ternyata perempuan itu memiliki background sekolah yang sama dengan kau, sekolah islam. Tak bisa ku pungkiri senyum ku pudar begitu melihat tipe postingan yang sama dari perempuan itu dengan tag nama akun kau. Sungguh klasik, Kenapa pula senyum ku harus pudar? ...