Born to be
Kalau hari kemarin masih ada, mungkin masih bisa meminta masa lalu untuk belajar mengendalikan emosi. Sekalipun tidak pernah diajari cara untuk mengendalikannya, tetap harus mengendalikan, meski harus belajar dan mencoba dengan keras.
Selayaknya manusia lain, ini kehidupan pertama, sehingga siapaun bisa saja terlahir dengan kondisi tidak diajarkan untuk mengendalikan emosi dan menyalurkan emosi dengan cara yang tidak menyakiti diri sendiri.
Terkadang, di kehidupan yang hanya sekali ini, banyak hal yang kita lakukan dengan cara yang salah. Wajar saja bila itu pertama kalinya, belum membentuk sebuah pola. Tapi sayangnya tidak semua manusia mau unutk belajar dari kesalah pada percobaan pertama. Sebagian dari mereka menganggap benar dan sah sah saja apa yang mereka lakukan sedari awal.
Mungkin beban perubahan saat ini memang dipegang oleh siapa yang sadar, siapa yang ingin berubah, siapa yang mau mencoba, siapa yang tidak ingin lukanya juga dirasakan oleh yang lain, dan siapapun yang menginginkan kehidupan lebih baik di kemudian hari.
Sekuat-kuatnya, setegar-tegarnya, pasti akan rapuh juga. Sekuat-kuatnya besi, karat akan merapuhkannya,
Kalau hari esok masih belum bisa untuk tidak menyakiti diri sendiri, semoga setidaknya masih bisa tetap hidup.
We were born to be us.
Komentar
Posting Komentar