my fangirl side
Hari ini pukul 00.20 aku menulis blog ini, tepat di hari Rabu terakhir di bulan September.
Aku akan menulis sebagai seorang peminat kpop, yang sudah menjadi bagian dari diriku sejak 3 tahun yang lalu.
Bulan ini adalah bulan di mana aku menjalaninya tanpa membawa "segenap rasa" yang ku tulis di postingan pertamaku di blog ini. Telah ku tinggal semua itu di bulan Agustus, aku berjanji untuk tidak akan pernah kembali jatuh ke lubang yang sama.
Dan yap, sepertinya "segenap rasa" itu memang harus ada penggantinya. Ah sangat tepat sekali jikalau penggantinya itu bukan orang yang nyata hadirnya dalam kehidupanku. Benar, aku kembali ke dunia yang sejak awal banyak memberi dampak positif di kehidupanku.
Oke, mungkin di awalan ini aku tidak akan membahas apa yang aku tulis di judul. Untuk itu, maka nikmatilah perjalanan fangirl-ku ini beserta apa apa saja yang ku sebut sebagai dampak positifnya.
----
Aku terlahir dari keluarga yang bisa dibilang sebagai penikmat musik. Sejak kecil pun aku sudah berinteraksi langsung dengan "dunia" tersebut. Kalau kalian mengenalku lebih awal, kalian akan tahu sebanyak apa kaset lagu yang kupunya. Yah, katanya bajakan. Tapi peduli apa anak umur 3 tahun tentang kaset bajakan, yang penting ada lagu kesukaan yang bisa didengar.
Dulu salah satu grup penyanyi yang aku suka adalah Trio Kwek Kwek. Yap betul, penyanyi lagu anak anak era 90-an. Sampai aku berusia 5 tahun, Trio Kwek Kwek masih eksis dan terdengar di telinga.
Lambat laun, mulai sibuk dengan kehidupan anak sekolah, aku mulai meninggalkan dunia per-idola-an. Aku tidak tahu dampak positif apa yang saat itu ku dapat, yang pasti saat itu aku memiliki cita cita sebagai seorang dancer.
Beberapa tahun kemudian, tepat saat era pandemi corona, kala seluruh sekolah diliburkan "2 minggu", aku kembali ke dunia per-idola-an sebab ikut ikutan tren yang ada. Awalnya hanya sebagai pendengar lagu lagunya saja tanpa peduli siapa yang menyanyikannya. Seingatku lagu yang menjadi tren saat itu Runaway, Playdate, dan kawan kawannya.
Di pertengahan 2021, ada tren lagu Know Me Too Well yang dinyanyikan oleh sebuah grup laki laki asal Inggris yaitu New Hope Club. Nah, setelah mengenal New Hope Club lebih jauh, mendengarkan lagu-lagunya, aku memutuskan untuk menjadi penggemarnya. Yah meski saat itu kelakuanku bisa dibilang sangat alay dan berlebihan sebagai penggemar, tapi setelah aku sadari sekarang, sejak saat itulah aku mulai belajar bahasa inggris.
Sekadar informasi saja, dari SD aku tidak tahu dan mengerti bahasa inggris, selain karena tidak ada di kurikulum, aku juga memang tidak pernah mempelajarinya, hanya tau Yes dan No.
Saat itu motivasiku adalah ingin menonton konten konten mereka tanpa terjemahan. Lalu aku juga ingin bertemu dengan mereka sehingga aku ingin mulai "mempersiapkannya" dengan belajar bahasa inggris.
Hal itu menjadi titik balik di mana aku konsisten terhadap tekad terbesarku, cita-citaku.
Setiap hari kuhabiskan waktu berjam-jam untuk belajar di Duolingo dan Youtube. Berhari hari, bermalam-malam kuusahakan lancar bahasa inggris sampai bisa mengerti arti lagu yang aku dengarkan.
Hingga hari ini, perjuangan itu membuahkan hasil. Meski pembelajaran bahasa inggris itu berhenti saat aku mulai sibuk dengan kegiatan sekolah di SMP, tapi ilmu ilmu yang kudapat selama libur pandemi itu masih berguna sampai sekarang aku kelas 2 SMA.
Itu dampak positif pertama dan terbesar selama aku menjadi seorang fangirl.
Lalu berlanjut ke fase kedua saat aku pertama kali menjadi seorang kpoper.
Tahun 2022, bulan Maret, tanggal 9, aku secara resmi mendeklarasikan diri sebagai seorang Army. Awal mula aku memasuki dunia kpop karena BTS. Klasik memang, tapi memang itulah kenyataannya.
Aku kembali menjadi seorang penggemar yang bisa dibilang alay. Namun, lagi lagi dari ke-alay-an itu aku membuahkan benefit yang lumayan berguna, yaitu bisa membaca huruf hangeul.
Kala aku begitu terobsesi pada mereka, aku berusaha untuk bisa membaca huruf huruf korea. Setidaknya bisa membaca dan menulis nama Jimin, pikirku waktu itu.
Dan Yap, bermodal Duolingo aku bisa mengenal huruf hangeul. Yah biarpun ternyata stuck sampai di situ saja tanpa progress yang berarti setelah mengenal hangeul. Aku tidak melanjutkan tentang tata bahasanya dan lain lain. Mungkin suatu hari nanti saat aku kembali menemukan ketertarikan kembali dan waktu luang yang lebih banyak, aku akan kembali mendalami.
Itu dampak positif kedua yang kudapatkan sebagai seorang fangirl.
2023, lagi lagi bulan Maret, aku menjadi Teume alias Treasure Maker, sebutan untuk penggemar Treasure, boygroup di bawah naungan YG Ent. yang aku stan di era Hello Tour.
Dampak positif yang aku dapatkan kali ini memang bukan hanya dalam segi bahasa, tapi dari segi dunia kepenulisan juga.
Sekadar informasi saja, aku sudah mulai gemar menulis sejak SD, berlanjut saat SMP, tapi sempat terhenti saat aku kehilangan ide ide cerita maupun ide karakter. Dengan keputusanku untuk stan Treasure, aku menemukan sosok yang sangat cocok dengan sekelibat kisah masa laluku dan ditambah imajinasi pengembangan cerita yang menghasilkan karakter fiksi yaitu Kak Jian atau lebih sering dipanggil Kak Ji. Yap, mudah sekali menebaknya, Kak Ji itu adalah representasi Park Jihoon, salah satu member Treasure.
Aku telah menulis lumayan panjang cerita tentang Kak Ji, meskipun sekarang cerita itu masih menggantung, tapi kemajuan ini sungguh luar biasa. Sebelum menulis tentang Kak Ji, aku tidak pernah menulis cerita sepanjang itu.
Ya, itu dampak positif ketiga yang kudapat sebagai seorang fangirl.
Hari ini, di 2025, aku kembali menggemari sesuatu yang baru. Cortis, boygroup yang baru saja debut seperti membawa kembali semangat dan motivasiku yang sempat terkacaukan beberapa waktu terakhir ini. Aku rasa ini menjadi bagian dari dampak positif dari keputusanku untuk stan Cortis tahun ini.
Ah, dan satu lagi yang hampir lupa. Aku akhir akhir ini semakin suka dengan hal hal berbau Jepang karena menonton dorama. Sebenarnya sudah sejak 2 tahun lalu meminati dorama, namun tahun ini rasanya aku semakin termotivasi untuk mengambil manfaat dari hobiku ini. Yap, betul sekali, aku memutuskan untuk serius belajar bahasa Jepang di bulan Oktober ini. Menurutku ini juga termasuk dampak positif dari sisi fangirl-ku.
---
Omong omong tentang Cortis, jujur aku sangat menyukai mereka. Selain lagu lagunya yang sangat pas di telingaku, usaha dan bakat mereka membuatku semakin yakin kalau mereka layak untuk disukai.
Aku sangat suka lagu mereka yang berjudul What You Want dan Joyride. Dua lagu yang saat didengarkan bisa membawa sebuah suasana remaja, youth, dan estetika menjadi satu.
Lullaby juga bagus, tapi intensitas aku mendengarkannya tidak sesering 2 lagu yang ku sebut sebelumnya.
Orang orang banyak yang menyukai FaSHion, tapi kalau disuruh memilih, aku lebih memilih GO daripada FaSHion. Entah kenapa kurang masuk di telingaku. Mungkin suatu hari nanti aku akan mencoba untuk menyesuaikan.
Komentar
Posting Komentar