PEOPLE CHANGE AND GROW (30/05/25)
Malam ini, kala aku menulis ini, aku benar benar menyadari satu hal yang selama ini masih enggan ku terima. Setahun hampir berlalu sejak hari dimana kita terakhir bertemu. Tanpa kata, suara, kita berpisah. Isi kepala begitu berisik meminta mulut mengeluarkan kalimat ajakan untuk berfoto bersama. Namun, lidah ku terlalu kelu melihat ekspresi dingin dan gelagat acuh tak acuh kau. Ah lupakan, jangan bahas hari itu. Aku akan bahas tentang malam ini. Tanpa sengaja lewat di beranda Instagram postingan kau yang mengikuti sebuah lomba, entah lomba apa itu aku tak paham. Nampaknya itu hal yang luar biasa, apalagi saat ku lihat kau tag 2 teman dari SMA yang sama dengan kau dan salah satunya adalah perempuan. Setelah ku telusuri ternyata perempuan itu memiliki background sekolah yang sama dengan kau, sekolah islam. Tak bisa ku pungkiri senyum ku pudar begitu melihat tipe postingan yang sama dari perempuan itu dengan tag nama akun kau. Sungguh klasik, Kenapa pula senyum ku harus pudar? Cemburu kau? tanya otakku. Sedetik berlalu, dua detik, dan di detik selanjutnya aku sadar apa yang aku lakukan.
Hey, bukankah tidak seharusnya aku bereaksi seperti ini?
Oh, ternyata ini adalah sebuah kesadaran. Aku sadar selama satu tahun belakangan ini kami telah menjalani hidup yang berbeda. Dunia kami sudah berbeda. Kami tidak lagi bersekolah di sekolah kuning yang hari hari ditemani lantunan ayat suci. Kami bukan lagi dua orang teman yang menghabiskan waktu mengobrol di chat, saling berkirim pesan dan membahas yang tidak penting. Kami benar benar sudah berbeda. Ya manusia memang mudah dan cepat berubah, dalam hal ini kami berubah karena lingkungan baru yang sangat jauh berbeda dari fase kehidupan sebelumnya.
Selain people come and go, ada juga people change and grow
Aku percaya kau berubah menjadi jauh lebih baik. Jauh sekali, jauh meninggalkan diri kau di masa lalu.
Begitupun aku, banyak perubahan yang mungkin bisa kau sadari kalau kau masih di sini.
Aku masih ingat kala kau menjawab pertanyaanku tentang bagaimana nanti pertemanan kita kalau kita sudah beda sekolah dan berjauhan lalu menjadi asing.
Kau menjawab, "Because we have different dreams, right?"
Dulu aku tidak memaknai jawaban itu sebegitu dalam. Aku tak peduli dengan jarak yang memisahkan kita, dengan mimpi kita yang berbeda. Aku tak peduli apapun perbedaan diantara kita karena menurutku apapun mimpi kita yang memang berbeda, kita tidak harus menjadi asing, kita bisa menggapai mimpi mimpi itu bersama, saling ada dan menguatkan.
Namun itu dulu, sekarang aku sadar tentang perbedaan diantara kita. Lebih dari apa yang aku pikirkan, perbedaan itu bukan hanya tentang mimpi, tapi juga tentang kondisi, situasi, dan lingkungan yang masing masing kita temui di dunia baru kita. Dunia SMA. Dunia yang aku harap bisa kita lalui dengan saling mendukung dan berbagi mengenai hari hari yang kita lalui.
Kini perbedaan itu bukan hanya mimpinya, sekolahnya, tapi lebih dari itu, lebih dari apa yang kukira.
Aku sibuk dengan duniaku, Kau sibuk dengan duniamu.
Tidak, tidak ada yang salah dengan kita yang sekarang. Masanya memang sudah habis, ceritanya sudah tamat, hanya perasaanku saja yang belum selesai.
Dua tahun berharga yang ku lewati bersama kau justru menjadi tahun tahun yang kulewati lebih santai dan menyenangkan daripada yang sekarang sedang kulewati. Aku tahu tidak ada jalan yang tidak berbatu untuk menuju ke jalan raya dengan aspal yang lebih bagus. Aku tahu apa yang harus kukorbankan demi tercapainya mimpi mimpi itu. Aku tahu apa yang harus kulakukan untuk kebahagiaanku di masa yang akan datang. Begitupun kau, Kau tahu betul apa yang telah, sedang dan akan kau lakukan demi cita cita dan masa depan yang kau inginkan.
Maka, kututup tulisanku kali ini dengan segenap rasa yang masih tersimpan.
^^
Komentar
Posting Komentar