461 Days of Bento
Film 2020 yang baru aku tonton lima tahun kemudian. (27/12/25)
Dari bagian awal, aku berpikir, inilah kehidupan yang sempurna. Orang tua yang begitu antusias menemani pertumbuhan anaknya. Anaknya pun tumbuh besar bersama pohon yang ditanam kala sang anak masih kecil. Anak bernama Kouki itu diperankan oleh Michieda Shunsuke, tentu saja itu menarik. Tapi ternyata, tepat saat Kouki peralihan dari SMP ke SMA, orang tuanya memutuskan untuk bercerai. Aku sendiri tahu, pasti Kouki dihadapkan dengan pilihan yang membingungkan sekali saat diminta memilih untuk tinggal bersama ibunya atau dengan ayahnya. Kalau saja poster film itu tidak menunjukkan seorang Ayah dan Anak, mungkin aku akan mengira Kouki akan memilih ibunya. Aku sempat berburuk sangka pada ayahnya yang nampak seperti tidak peduli dengan keluarga setelah Kouki bertumbuh besar, sering pulang malam, hubungan dengan istrinya sendiri pun begitu dingin. Tapi lagi-lagi aku salah, Ayahnya - Kazuki- bukanlah tipe orang yang seperti itu.
Saat ibu Kouki pergi meninggalkan rumah milik Kazuki yang mereka tinggali bersama selama belasan tahun itu, Ibu Kouki turut membawa pohon Kouki yang dulu mereka tanam dan sekarang sudah cukup besar, sama besarnya dengan Kouki. Di sanalah cerita sebenarnya di mulai, Kouki gagal ujian masuk SMA dan harus mengulang di kesempatan berikutnya. Berlalu beberapa waktu, Kouki memutuskan untuk tidak menyerah dan kembali ikut ujian masuk SMA, tentu usahanya lebih keras daripada sebelumnya, dan tentu saja pada akhirnya dia diterima. Singkat cerita, Kouki dan Kazuki memiliki perjanjian; Kazuki akan membuatkan bento untuk Kouki setiap hari dan Kouki harus terus bersekolah selama 3 tahun.
Sederhana tapi begitu bermakna. Kazuki tidak pernah absen menyiapkan bento setiap hari untuk Kouki, Ia bersemangat sekali saat pertama kali menyiapkan bento dan semangat itu tidak berhenti sampai hari terakhir ia menyiapkan bento untuk Kouki. Kazuki nyatanya memanglah terlihat seperti orang yang melakukan apa saja yang Ia inginkan, seperti tak punya aturan dan seperti tak peduli peduli amat, bisa kubilang bahwa hidup Kazuki benar benar terlalu santai dan terlalu berpikir positif, tetapi bila dilihat lebih jelas lagi, Kazuki sangat peduli terhadap Kouki, dia selalu berusaha untuk menyampaikan perhatian dan kasihnya pada Kouki lewat bento bento yang Ia siapkan. Kazuki memperhatikan Kouki dalam diam, menyayangi Kouki dengan caranya sendiri, walaupun mungkin terlambat dipahami oleh Kouki. Rasanya, bento Kouki selalu enak karena ketulusan dan cinta Kazuki ada di dalamnya.
Oh ya, di akhir film, ada bagian dimana Kazuki dan Kouki duet bernyanyi. Aku sangat excited di bagian akhir ini, mengingat Micchi sendiri adalah seorang penyanyi yang juga kukenal di grup Naniwa Danshi.
Cerita sederhana ini banyak menyadarkan aku, terutama soal bento atau makan siang. Rasanya aku akan sangat bersyukur dan bahagia sekali memakan makanan yang disiapkan oleh orang tuaku setelah ini, setelah menonton film 461 days of Bento ini. Sebeharga itu, sampai aku ikut merasakan apa yang Kouki rasakan saat Ia menangis sambil memakan bento terakhir itu. Film ini benar benar hanya tentang bento, tapi mengajarkanku lebih dari sekedar hal tentang bento. Kazuki mengajarkan Kouki -tentu saja semua penonton- untuk selalu berpikir bahwa semua akan berjalan dengan baik akan membuat semuanya juga akan berjalan dengan baik, lakukanlah apapun yang kau senangi sebanyak yang kau inginkan, dan jangan membuang makanan dengan mudah.
Ah padahal aku ingin menonton film ini hanya karena ada Micchi, ternyata aku mendapatkan kisah yang sesederhana dan sebeharga ini. Takdir sengaja menggerakkan hatiku untuk menonton ini sebelum 2026, agar aku bisa menikmati dan berbahagia atas bento yang disiapkan di sisa setahun terakhir di SMA ini. Setelah ini aku akan sangat berterimakasih kepada semua orang yang terlibat dalam film ini dan tentu saja kepada Ibuku yang selalu menyiapkan bento untukku setiap hari.
Aku selalu menulis di blog setiap kali selesai menonton sebuah film, tapi tidak semuanya langsung aku publikasikan, beberapa ku tunda atau ada yang harus ku perbaiki. Ini adalah blog review film pertama yang langsung aku publikasi setelah menulisnya tepat saat selesai film tersebut ku tonton. Film yang sangat berkesan! ^^
~terimakasih sudah membaca sampai akhir
Komentar
Posting Komentar