pencapaian pertama di 2026
Aku telah membuat begitu banyak keinginan, sederhana, tak muluk-muluk, tapi banyak.
Layaknya tahun tahun sebelum, aku memikirkan keinginan yang ingin aku capai di 2026 ini. Ternyata pencapaian pertama aku dapatkan di bulan ke empat dan syukurnya masih konsisten hingga postingan ini ditulis.
Salah satu keinginanku adalah keluar dari dunia kpop. Ah begitu banyak debat pros and kons di kepala. Jujur saja, menurutku menjadi seorang penikmat kpop itu pilihan, juga menjadi penikmat yang bijak pun termasuk pilihan. Dalam konteks ini, aku ingin berubah menjadi penikmat yang bijak.
Singkatnya, aku tak ingin berlarut-larut dalam angan dan menikmati mimpi indah bersama mereka. Maksudnya, aku ingin 100% menjadikan kpop sebagai hiburan. Susah dimengerti, mungkin.
Hm, bisa dibilang sebelum ini, bertahun-tahun hidupku setiap hari mengonsumsi apapun yang berkaitan dengan kpop. Nah, di sini letak evaluasinya. Aku ingin hidupku berjalan di atas jalan yang aku buat sendiri, bukan di jalan yang sudah ada. Aku tidak ingin hidup berlarut dalam euforia kpop yang tiada habisnya, menjadi penonton atas kesuksesan orang lain, memberikan waktu berharga yang berarti memberikan mereka uang secara tidak langsung.
Tidak ada yang salah dengan euforia, juga kesuksesan mereka dan uang yang mereka dapatkan dari kita sebagai fans. Tidak ada. Yang salah adalah bagaimana sebagian besar orang termasuk diriku yang dahulu menyikapi segala aktivitas fangirling secara berlebihan. Berhari-hari menonton clip mereka, seharian menghabiskan waktu. Itulah yang aku lakukan sampai akhirnya kesibukan menerpa diriku.
Sebulan terakhir aku benar benar sibuk. Aku fokus dengan lomba yang akan aku ikuti. Persiapan dilakukan berminggu-minggu. Hingga tak sempat rasanya untuk menoleh ke godaan kpop yang merajalela. Sampailah di mana mendekati hari-h lomba, aku mencoba untuk merefresh otak dengan mendengarkan lagu lagu yang biasa kudengarkan, lagu kpop. Juga menonton konten-konten terbaru dari beberapa grup yang kusuka. Tapi aku tak benar-benar menyelesaikan dua kegiatan itu, di tengah jalan aku justru merasa kehilangan ketertarikan. Aku coba kagi. Namun berhari-hari aku gagal.
Kegagalan itulah yang aku simpulkan menjadi sebuah pencapaian. Keinginan untuk keluar dari lingkaran candu kpop itu benar benar bisa ku atasi. Bahkan hingga postingan ini ditulis, aku masih biasa saja melihat grup yang aku suka comeback. Ah inikah rasanya?
Tak berarti aku benar-benar "keluar". Aku tetap mendengarkan lagu mereka saat aku butuh dan mendukung mereka lewat streaming lagu yang aku lakukan. Aku hanya benar-benar akan menikmati kpop saat aku butuh, tak setiap hari, hanya saat butuh. Karena itulah guna hiburan, entertain, menghibur saat aku butuh hiburan. Aku tetaplah seorang kpoper, seorang teume, seorang coer, seorang shotties, seorang mulfand. Hanya bagaimana caraku mengontrol diri yang berubah 😉
Aku rasa hidupku baik-baik saja sejauh ini. Malahan, aku jadi lebih termotivasi untuk semangat belajar karena rasa sukaku terhadap mereka yang kuidolakan di dunia kpop tak sebatas "suka" saja, tapi rasa ingin seperti mereka dan bertemu mereka dengan versi terbaik diriku. Aku ingin membuat mereka bangga bahwa mereka telah menemani perjalananku menggapai mimpi-mimpiku yang tinggi itu. Bukan sekadar angan, aku ingin semua itu terwujud. Ah senangnya bisa mencapai titik ini.
Aku rasa kalian harus mencobanya juga 😺 ^^
Komentar
Posting Komentar